"Guru, Hidupmu Hanya Untuk Kami"
Pembaca : Abidjar AL Ghifaari
Pengarang : Eidelweis Almira
Penerbit : Zettu
Ia ada namun sering dianggap tiada. Kehadirannya bukan sekedar mendidik, mengajar, namun juga menginspirasi muridnya. Tanpa keluh meski harus sering keluar peluh. Mengabdikan diri, membagi ilmu, memberikan pengetahuan tanpa batasan nilai dan pamrih. Mereka yang kita panggil guru layak mendapat lencana di kedua pundaknya”
Guru, Hidupmu Hanya Untuk Kami
Novel ini berisi cerita pendek ditulis berdasarkan kisah nyata dari perjuangan para guru yang menghantarkan muridnya menaklukan dunia. Dengan bahasa yang indah, namun lugas, serta penggunaan diksi yang tepat, jasa guru dipaparkan dengan sangat baik. Sehingga, ketika membacanya kamu akan terhanyut akan berbagai perasaan. Rasa iba akan timbul karena di dalamnya terdapat kisah-kisah pilu guru yang mengabdi di pedalaman. Kamu pun akan terkagum-kagum melihat semangat dan keikhlasan,terimakasih untuk semangatmu pun akan lebih terpacu karena sadar bahwa apa yang dilakukan selama ini belum sebanding dengan yang mereka lakukan. Pada akhir cerita, akan ada bumbu-bumbu kutipan dari para ahli pendidikan, serta analisis singkat namun berhasil membuat pembaca penasaran.
Salah satunya adalah kisah Antonia Korain. Ia merupakan guru sekaligus kepala sekolah SD di kampung Mosun, Distrik Aifat Utara, Kabupaten Maybat, Papua Barat. Beasiswa untuk melanjutkan ke SMA ditolaknya karena punya tekad kuat menjadi guru. Ia mantap menentukan pilihannya untuk lanjut ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Kehidupan di sana sangat sulit. Jangan harap gaji dan fasilitas yang memadai. Bisa bertahan hidup di daerah pedalaman yang apa-apa serba mahal juga sudah sangat bersyukur. Tidak banyak lho guru yang kuat mengabdi di pedalaman, terlebih dengan adanya program sertifikasi guru. Namun Antonia tetap bertahan, karena peduli akan keberlangsungan pendidikan anak-anak di kampung.
Sekian dan terimakasih
Komentar