" SEBELAS PATRIOT "

 Pembaca   : Abidjar AL Ghifaari

Pengarang :  Andrea Hirata

Penerbit     :  Benteng Pustaka                                           

Saya membaca buku ini dalam bahasa Indonesia🇮🇩.

Pada intinya Sebelas Patriot merupakan sebuah kisah inspiratif tentang cinta seorang anak, pengorbanan ayah, kecintaan pada negeri dan juga gigih serta semangat dalam meraih mimpi. Yang menarik, kisah ini berlatar belakang pada kecintaan bola sebagai penghubung Ikal dalam meraih mimpinya.


     Kisah ini diawali dengan kehidupan Ikal di rumah Ibu dan ayahnya, dan suatu saat Ikal menemukan sebuah foto yang membawanya pada kecintaannya pada olahraga sepak bola. Sebuah foto misterius yang membuat Ikal penasaran karena larangan ibunya untuk melihat foto tersebut. Kecurigaan Ikal pun terpecahkan saat mengetahui bahawa pria gagah dengan piala dan bola di kakinya itu adalah ayahnya.

     Ayah Ikal dulunya merupakan pemain sepak bola berbakat yang merupakan pemain sayap kiri di Tim Kesebelasan PSSI pada zaman Belanda. Namun semua menjadi kisah yang mengharukan saat masa pendudukan Belanda, apalagi saat tim kesebelasan ayah Ikal, yaitu Tim Sebelas Patriot menang melawan Belanda.

      Hal ini membuat ayah Ikal dikirim ke tangsi sebagai hukuman kemenangan tersebut yang membuat Ayah Ikal harus cacat permanen karena tempurung kaki kirinya yang pecah.Perjuangan dan pengorbanan ayah Ikal tersebut mendorong Ikal untuk menjadi pemain junior PSSI sebagai sayap kiri, segala cara dilakukan Ikal untuk bisa menjadi pemain bola sayap kiri idaman ayahnya, namun semua itu gagal di tengah jalan. 

     Namun hal ini malah menjadi pendorong bagi diri Ikal, sehingga dirinya tidak mau terpuruk dalam kesedihan.

     Gagal dalam satu bidang tidak menjadikan Ikal bersedih, hal ini bisa dibuktikan Ikal saat bisa menempuh kuliah di Universitas Sorbonne, Prancis. Kecintaannya pada sepak bola dan rasa hormat pada sang ayah menjadikan Ikal berharap bisa membahagiakan sang ayah dengan membelikannya kaos Real Madrid dengan nama belakang pemain Real Madrid, yaitu Luis Figo beserta tanda tangannya. 

     Sayang sesampanyai di gerai yang menjual kaos asli tersebut, uangnya tidak cukup. Untuk itu, Ikal harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan uangnya, mulai bekerja serabutan siang malam sebagai pembantu umum di Club Barcatetap dijalaninya untuk  bisa membelikan ayahnya kaos idaman tersebut. Dan pada akhirnya, Ikal berhasil mendapatkannya dan juga mendapat bonus dengan menonton langsung pertandingan Real Madrid  melawan Valencia di Estadio Santiago Bernabeu. 

                     Terimakasih🙏🙏🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

" MALIN KUNDANG" (Anak Durhaka?)

MTK kamis 10 - 2 - 2022